#bukarahasiaads {margin:0px;padding:0px;text-align:center} #bukarahasiaads img {margin:5px 5px;text-align:center;-webkit-border-radius: 5px;-moz-border-radius: 5px;border-radius: 5px;-webkit-box-shadow: 1px 2px 1px #ccc;-moz-box-shadow: 1px 2px 1px #ccc;box-shadow: 1px 2px 1px #ccc;} #bukarahasiaads img:hover {-moz-opacity: 0.7;opacity: 0.7;filter:alpha(opacity=70);}
Home » » Membentuk Kaca

Membentuk Kaca



Coba amati benda-benda di sekitar kalian, adakah yang terbuat dari kaca? Piring, gelas, keramik pajangan ibu, asbak, semua terbuat dari kaca. Transparan, bening, keras, dan bisa pecah itu semua merupakan ciri-ciri kaca. Nah, bagaimanakah proses terbentuknya kaca? Dan bagaimanakah cara membuatnya menjadi benda-benda yang sering kita gunakan sehari-hari? Yuks kita simak penjelasan berikut ini
Kaca merupakan benda transparan yang kuat sehingga bisa dibentuk menjadi permukaan yang kuat dan licin. Kaca semula berasal dari material obsidia yang terbentuk dari lava gunung berapi. Sejak tahun 6000 hingga 5000 sebelum masehi, bangsa mesir sudah membuat kemasan barang-barang tembikar, perhiasan, dan sejumlah benda lainnya dari kaca. Sementara pada zaman Romawi bahan kaca lebih banyak digunakan untuk botol dan gelas. Kaca jendela baru dimulai pada abad kedua masehi, dan berkembang menjadi seni kaca berwarna pada abad ke-12.

Kaca dibuat dengan mencampur pasir dengan abu soda dan kapur atau dengan oksida timah. Tiga bahan dasar dicampur dengan cullet (pecahan kaca), dolomite dan saltcake, kemudian dilelehkan dalam tungku pembakaran. Panas yang sangat tinggi membuat bahan-bahan itu menyatu dan mencair.

Untuk mengubah tekstur kaca biasa, bisa dilakukan dengan campuran bahan lain yang akan mengubah ciri-cirinya. Misalnya, kaca yang dicampur dengan timah hitam akan tampak lebih berkilau. Kemudian bila ditambahkan senyawa boron akan menghasilkan produk kaca yang tahan panas dan disebut dengan pyrex. Ada juga yang menambah oksida logam untuk memberi warna pada kaca.

Terdapat beberapa cara sederhana untuk membentuk kaca:

1. Ditarik
Kaca cair yang masih panas ditarik keluar dan dilewatkan pada rol-rol yang berderet kembar dan bisa diatur jaraknya. Tebal kaca ditentukan dengan jarak rol yang diatur tadi.

2. Dituang
Kaca cair yang masih panas dituang ke wadah terbuat dari besi. Cetakan ini dapat dibentuk sesuka hati, sehingga cara ini sesuai untuk membuat kaca yang memiliki gambar/motif. Ada juga cara lain yang mirip dengan cara ini yaitu, ditiup. Dengan cara ini dapat menghasilkan bentuk yang diinginkan seperti toples, bola lampu, dan beberapa benda hiasan.

3. Diapung
Kaca cair yang masih panas dituang ke atas cairan timah, ketebalan kaca tergantung banyaknya kaca cair yang dituang. (bayangkan seperti lapisan minyak dan air yang tidak saling bercampur itu)

Selain itu ada juga cara modern yang digunakan untuk pembuatan kaca seperti kaca lapis. Yaitu merekatkan dua buah kaca dengan semacam perekat (biasanya PVB = Polyvinyl Butyral) di tengahnya. Hasilnya adalah kaca yang kuat namun tidak akan pecah berantakan ketika terkena hantaman. Kaca jenis ini biasanya digunakan pada kaca mobil.

Oh iya, beda loh antara kaca dengan cermin. Kalau kaca itu tembus pandang, sedangkan cermin adalah kaca yang dilapisi dengan campuran perak di satu sisinya, sehingga dapat memantulkan cahaya..


Share this article :

0 komentar:

Poskan Komentar

Berkomentarlah dengan bahasa yang sopan dan santun. Dilarang menggunakan bahasa yang kasar dan mengandung sara! terima kasih

Popular Posts

STATISTIK

Ping your blog, website, or RSS feed for Free My Ping in TotalPing.com
Diberdayakan oleh Blogger.
 
Support : Copyright © 2013. Informasi Inspirasi - All Rights Reserved
Proudly powered by Blogger