#bukarahasiaads {margin:0px;padding:0px;text-align:center} #bukarahasiaads img {margin:5px 5px;text-align:center;-webkit-border-radius: 5px;-moz-border-radius: 5px;border-radius: 5px;-webkit-box-shadow: 1px 2px 1px #ccc;-moz-box-shadow: 1px 2px 1px #ccc;box-shadow: 1px 2px 1px #ccc;} #bukarahasiaads img:hover {-moz-opacity: 0.7;opacity: 0.7;filter:alpha(opacity=70);}
Home » » Jalan Raya Alternatif Jalur Selatan

Jalan Raya Alternatif Jalur Selatan

Compact_pantai_ayah1
Jalur pantai selatan Jawa Tengah—Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) gencar dipromosikan sebagai jalur alternatif mudik Lebaran 2012. Namun, tidak direkomendasikan untuk melalui jalur Pantai Ayah, kecuali Anda memiliki nyali yang kuat untuk menghadapi  tanjakan terjal dengan tikungan tajam yang sempit.

Ini adalah tulisan atau laporan sesi 2 dari Ekspedisi Mudik Lebaran  Bisnis Indonesia 2012 via Jalur selatan yang dilakukan Bisnis Rabu (15/8/2012). Sesi  1  memotret kerusakan jalur alternatif Banjar—Cilacap—Yogykarta di dua titik, yaitu  Kecamatan Patimuan dan Kedungreja.

Sesi 2 dilanjutkan dengan menyusuri jalur pantai selatan mulai dari Kecamatan Adipala (Cilacap, Jawa Tengah) hingga ke Pantai Congot (Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta).

Reportase perjalanan sesi  2  tersebut disajikan dalam dua laporan terpisah, yaitu rute  Adipala—Pantai Ayah—Karangbolong  dan Karangbolong—Petanahan—Grabag—Pantai Congot.  Maklum, kedua ruas pantai selatan itu memiliki tantangan yang berbeda.

Perjalanan dari Adipala mulai sekitar pukul 10:00 WIB Rabu (15/8/2012). Rute  Adipala ke Pantai Ayah  benar-benar mengikuti garis pantai selatan secara sejajar dengan kontur jalan yang datar.  Kondisi jalan di sepanjang jalur  Adipala—Pantai Ayah  layak diacungi jempol karena mulus, sehingga bisa bikin pules dan terkantuk-kantuk.

Namun, satu hal  yang perlu diwaspadai di jalur ini adalah saat melakukan manuver saat menyalip sepeda motor, karena masyarakat lokal  terbiasa mengendari sepeda motor dengan kecepatan rendah dari kedua arah.

Diperlukan kehati-hatian ketika harus menyalip motor berkecapatan rendah di sisi kiri, sementara dari arah berlawanan berpapasan dengan motor yang juga berkecapatan rendah. Posisi sejajar mobil yang diapit dua motor di sisi kiri dan kanan sangat rawan senggolan.

Untuk itu kendalikan emosi dan menyaliplah ketika  kedua motor di kedua sisi tidak dalam posisi sejajar. Apalagi kalau harus berpapasan juga dengan mobil lain.

Namun, secara umum jalur ini layak dijadikan sebagai jalur alternatif. Jika merasa penat, kita bisa menyinggahi beberapa pantai di wilayah Kabupaten Cilacap untuk mengusir  kejenuhan. Barisan pantai itu di antaranya Pantai Widarapayung, Singkil Indah,  Karangpakis, dan Jetis.

Posisi Pantai Jetis boleh dibilang berada di paling ujung timur Kabupaten Cilacap, karena setelah itu harus menyeberangi jembatan Sungai Ijo dan ketemu jalan raya Pantai Ayah yang berada di Kabupaten Kebumen.

Sekitar pukul 11:30, Bisnis sampai di wilayah Pantai Ayah yang juga dikenal dengan nama Pantai Logending.  Penulis  dengan 3 anggota keluarga merogoh kocek  Rp20.000 di gerbang pintu masuk Pantai  Ayah.

Anehnya, gerbang  ini bukan sebagai pintu karena jalan depannya adalah jalan raya Pantai Ayah—Karang Bolong, sehingga kendaraan lokal dengan leluasa diperbolehkan ber lalu lalang di depan gerbang tanpa dipungut retribusi.

Istirahat di Pantai Ayah sekitar 30 menit dimanfaatkan untuk sholat Dzuhur sambil menikmati semilir angin Pantai Ayah. Susana pantai sepi pengunjung, karena hanya mobil penulis di parkiran dan sepeda motor pun tak terlihat di areal parkir.


Tanjakan & Tikungan ekstrem


Pukul  12:30 perjalanan dimulai lagi dan rupanya inilah ujian terberat jalur alternatif pantai selatan rute Adipala—Pantai Ayah—Karang Bolong.   Selepas pintu keluar parkiran jalan bekelok dengan tanjakan terjal  langsung  ‘menyambut bergantian’.

Jalan juga relatif sempit, sehingga harus bergantian kalau harus berpapasan di tikungan yang menanjak.  Beruntung  penulis hanya berpapasan dengan motor penduduk lokal, sehingga tanjakan yang meliuk tajam bisa dilalui tanpa hambatan dengan posisi gigi persneling 2 dan sesekali gigi 1, karena harus menanjak dengan tikungan sangat ekstrim.

Ketegangan terbayar, ketika tiba-tiba tanpa sadar posisi mobil sudah di atas bukit dengan pemandangan pantai yang Indah  nun jauh di bawah.

Perjalanan berikutnya adalah menuruni jalanan berkelok-kelok, sehingga terpaksa juga harus menggunakan gigi 2  agar kanvas rem tidak terporsir. 

Sesampainya di Desa Karang Bolong, Kecamatan Buayan, Kabupaten Kebumen, jalan mulai   bersahabat karena mendatar.  Penulis memutuskan untuk tidak menyinggahi Pantai Karang Bolong yang  terkenal dengan goa  sarang burung waletnya itu.

Yang jelas, Jalur Pantai Ayah—Karang Bolong tidak direkomendasikan untuk jalur alternatif mudik, karena tekstur dan kontur jalannya sangat ekstrem. Terkecuali Anda ingin menikmati sensasi dan sedikit tantangan.

Namun,  rasanya sangat  berisiko kalau anggota keluarga, apalagi si kecil, dipaksa menikmati sensasi tikungan dan tanjakan  Pantai Ayah.

Kalau pun tetap ingin menggunakan jalur alternatif pantai selatan Jateng-DIY, tetap gunakan jalur Adipala—Pantai Ayah, tetapi ambil jalur ke kiri sebelum pintu gerbang obyek wisata Pantai Ayah.

Jalan itu akan membimbing kita ke Tambak di jalur utama Purwokerto-Buntu-Gombong-Purworejo-Yogyakarta.

Kalau ingin melanjutkan lagi ke garis Pantai Selatan, sesampainya di Gombong ambil jalur ke selatan (kanan) ke Arah Karang Bolong, karena jalanya datar.

Sedikit memutar tidak menjadi masalah. Ini demi  kenyamanan dan utamanya keselamatan perjalanan Anda.

Simak laporan berikutnya dengan membedah jaluar pantai selatan rute Karang Bolong—Petanahan—Grabag—Congot. (sut)
sumber http://www.bisnis.com
Share this article :

0 komentar:

Poskan Komentar

Berkomentarlah dengan bahasa yang sopan dan santun. Dilarang menggunakan bahasa yang kasar dan mengandung sara! terima kasih

Popular Posts

STATISTIK

Ping your blog, website, or RSS feed for Free My Ping in TotalPing.com
Diberdayakan oleh Blogger.
 
Support : Copyright © 2013. Informasi Inspirasi - All Rights Reserved
Proudly powered by Blogger